JAVA BASIC : Eclipse IDE
Setelah sukses memasang java dalam komputer Anda, dengan editor yang sangat sederhana semacam notepad, Anda sebenarnya sudah dapat melakukan programming java. Selain notepad, tersedia juga teks editor-editor lain baik yang free (dalam artian gratis) maupun yang komersil (Anda harus membeli lisensinya). Teks editor yang pernah penulis pakai diantaranya adalah notepad, edit plus, ultra edit, vi, crimson dan Gel. Notepad sudah tersertakan dalam sistem operasi keluarga windows (semua versi). Edit Plus dan Ultra Edit tidak gratis tapi anda bisa menggunakan versi trialnya. Kelebihan Edit Plus dan Ultra Edit dibandingkan dengan notepad adalah pewarnaan sintak java. Dengan sedikit konfigurasi di Edit Plus anda bisa menjalankan seluruh perintah di dalam folder bin instalasi java Anda (javac, java, appletviewer dll). vi dan crimson juga sangat baik dalam teknik pewarnaan sintak java. Gel walaupun berbasiskan teks memiliki kelebihan dibandingkan dengan teks editor lainnya. Gel memiliki mekanisme auto complete untuk setiap kata yang kita ketikan. Tapi kurangnya GEL lebih berat jika dibandingkan dengan teks editor lainnya. Jika anda ingin mencoba-coba teks-teks editor yang penulis sebutkan, Anda tinggal meminta bantuan dokter google untuk melakukannya. Masukanlah kata kunci nama teks editor yang Anda inginkan ditambah kata download, misalnya "crimson download", "Gel download" dan lain-lain.
Sebagai perkenalan dengan program java, cobalah buat program berikut dengan menggunakan notepad :
/**
* Test.java
* @author Arif
*
*/
public class Test {
public static void main(String[] args){
System.out.println("INI PROGRAM JAVA
PERTAMA SAYA");
}
}
Simpanlah kode tersebut dengan nama Test.java (nama file harus sama dengan nama kelas) di direktori kerja Anda. Kemudian dari direktori kerja Anda, dengan menggunakan command promp (perintah berbasiskan teks atau konsole) cobalah eksekusi perintah berikut : javac Test.java. Perintah tersebut akan meng-compile kode java tersebut menjadi bytecode java. Hasil dari kompilasi tersebut adalah file Test.class. Untuk menjalankan program tersebut, ketikkanlah perintah java Test, hasilnya adalah teks "INI PROGRAM JAVA PERTAMA SAYA" muncul di command promp Anda.
Skala programming java sangat luas, mulai dari embeded system, mobile device, desktop applicaton, web application hingga skala enterprise. Melakukan programming java hanya dengan menggunakan teks editor tidak banyak membantu. Untuk mengerjakan project nyata diperlukan lingkungan pengembangan java yang terintegrasi (biasanya dikenal dengan Java Integrated Development Environment). Ada banyak sekali Java IDE, yang penulis ketahuinya misalnya NetBeans IDE, JDeveloper (J-Dev) , IntelJ IDE, JBuilder IDE, dan Eclipse IDE. Penulis pertama kali berkenalan dengan NetBeans IDE, tapi sekarang aktif menggunakan Eclipse IDE.
Dari semua IDE tersebut manakah yang paling baik? Dari artikel yang pernah penulis baca, masing-masing IDE memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak ada klaim yang objektif bahwa IDE yang satu lebih unggul dari IDE yang lain. Yang ada hanyalah klaim subjektif berdasarkan pengalaman masing-masing. Biasanya kesan yang dalam di dapat dari pengalaman penggunaan IDE yang pertama, ya..seperti cinta pertamalah
Dari pengalaman penulis sendiri dan interaksi penulis dengan temen-teman pengembang, menurut penulis Eclipse IDE adalah yang terbaik (sekali lagi ini klaim subjektif lho). Dibandingkan dengan NetBeans IDE, IntelJ IDE, dan JBuilder IDE, Eclipse IDE lebih ringan. Pada komputer penulis di rumah yang sudah dibilang tua (prosesor hanya 733 MH dan memori hanya 128 M) Eclipse IDE masih bisa berjalan dengan normal. Sementara ketika menggunakan NetBeans IDE, fasilitas-fasiltas NetBeans yang hebat itu banyak yang tidak berfungsi (karena hang). Sedangkan IntelJ IDE, JBuilder IDE dan J-Dev IDE lebih berat lagi (penulis tidak pernah mencoba karena komputer tidak kuat).
Kelebihan Eclipse juga terletak pada dukungan komunitasnya. Tersedia lebih dari 2000 plugin (baik yang free maupun yang komersil) yang bisa kita peroleh sesuai kebutuhan. Hampir semua teknologi yang menggunakan java sebagai platformnya menyediakan plugin untuk eclipse.
Dan yang tidak kalah pentingnya, Eclipse IDE bisa diperoleh dengan free alias gratis sementara untuk IDE yang lain (selain NetBeans) Anda harus membeli lisensinya.
INSTALASI ECLIPSE IDE
Memasang Eclipse dikomputer Anda sangat mudah. Anda hanya perlu mendownload program eclipse dari situs utama eclipse. Ketika akan mendownload Anda diminta memilih mirror tempat download program. Di Indonesia mirror Eclipse adalah Universitas Indonesia (penulis menganjurkan untuk menggunakan mirror ini — hasilnya lebih cepat, karena lokal :P). Hasil download adalah file yang sudah dikompresi (biasanya dalam format .zip untuk windows dan tar.gz untuk linux). Ekstraklah file tersebut dengan program kompresi yang Anda miliki (Winzip, Winrar atau 7-zip dll). Hasilnya adalah satu folder dengan nama eclipse. Program eclipse sudah terinstall di komputer Anda. Untuk menjalankan program, Anda bisa menjalankan langsung dengan membuka folder eclipse tersebut dan mengeksekusi file elipse.exe dengan mengklik file tersebut dua kali. Anda juga bisa membuat shorcut yang mengarah eclipse.exe biar tidak cape-cape harus masuk direktori eclipse.
Eclipse ketika pertama kali dijalankan akan mencari Java Runtime Environment (JRE) yang terpasang (terinstall) di komputer Anda. Jika eclipse tidak menemukan JRE, eclipse tidak bisa dijalankan dan ada pesan bahwa di komputer Anda belum terpasang JRE. Jika Anda sudah menginstall JDK seperti pada tulisan ini otomatis JRE sudah terinstall di komputer Anda.
Sedikit Tutorial Eclipse
Setiap kali kita menjalankan Eclipse IDE (Selanjutnya di sebut Eclipse), kita diminta menentukan lokasi workspace (tempat semua file yang akan kita buat dan gunakan) seperti gambar berikut :
Pilihlah lokasi workspace yang kita inginkan. Misalkan pada gambar di atas kita ingin mengganti lokasi workspace menjadi D:\belajar, kemudian kita tekan tombol OK, jika folder belajar ada pada drive D eclipse langsung membuat konfigurasi pada folder tersebut. Jika folder belajar belum ada, eclipse secara otomatis membuat folder tersebut dan semua konfigurasi untuk kerja kita langsung diletakan di dalamnya. Berikut tampilan pertama kali eclipse
Ikon paling atas (gambar globe) adalah overview (sekilas pandang) fasilitas-fasiltas dan fitur-fitur yang dimiliki eclipse. Ikon bintang segi empat adalah penjelasan fitur-fitur baru yang tidak terdapat pada fitur sebelumnya (eclipse yang versinya lebih rendah). Ikon kubus-piramid-bola adalah contoh-contoh. Ikon pena dan tulisan adalah sumber-sumber tutorial eclipse yang bisa kita gunakan. Yang terakhir ikon paling kanan adalah shortcut untuk menuju workspace kita. Klik ikon shortcut untuk menuju workspace. Hasilnya adalah gambar berikut :
Package Explorer masih kosong, artinya pada workspace kita belum ada satu projectpun yang kita buat.
Untuk memulai bekerja dengan eclipse, buatlah suatu project dengan cara klik menu File - New - Project, kemudian akan muncul project wizard seperti gambar berikut :

Pilihlah Java Project kemudian tekan tombol Next. Anda diminta untuk memberi nama project yang akan dibuat. Isilah nama project sesuai yang diinginkan dan menggambarkan realitas nyata kita. Misalnya untuk tutorial ini kita berinama project dengan tutorialJava. Pada option Prject Layout pilihlah yang bagian bawah — Create Separate source and output folders (biar lebih bersih :P) kemudian tekan tombol Next. Pada tahap akhir kita diminta menentukan letak output (hasil kompilasi) project. Ada dua opsi untuk menentukan output ini, pertama biarkan eclipse secara otomatis meletakan hasil kompilasi (secara default eclipse akan membuat folder classes di dalam direktori bin), atau kita tentukan sendiri dengan menekan tombol Browse…kemudian kita buat folder output sendiri (misalnya folder hasilKompilasi). Penulis memilih yang default eclipse dengan mencentang pilihan Allow output folders for source folders, kemudian klik tombol Finish. Mari kita mulai ngoding
Untuk pertama kita akan membuat program contoh di atas (Test.java). Klik kanan src pada package Explorer Eclipse. Pilih New - Class. Kita diminta untuk memberi nama Package (utk sementara biarkan default dengan tidak mengisi option ini), isilah Name dengan Test, kemudian tekan tombol Finish. Hasilnya adalah gambar berikut :
Untuk memperbesar editor (biar bisa satu layar penuh), Tekan dua kali file Test.java (pada editor bukan pada Package Explorer). Begitu juga untuk kembali ke ukuran asal kita juga melakukan hal yang sama (menekan dua kali file Test.java pada editor).
Berikutnya saya akan memberikan tiga jurus jitu eclipse. Pertama adalah autocomplete editor, kedua koreksi sintak, dan yang ketiga adalah pendefinisian untuk sintak-sintak yang sering digunakan dengan keyword yang lebih pendek. Dua hal yang pertama paling sering digunakan, sementara yang terakhir jarang digunakan — karena mekanisme autocomplete grammer eclipse sangat cepat.
Ok, untuk jurus pertama, di dalam body class ketiklah : main kemudian tekanlah Ctrl+Space autocomplete eclipse akan memberikan semua kemungkinan keyword sintak yang bisa kita pilih. Pilih option main method, maka kerangka method main dilengkapi oleh eclipse. Begitu juga ketika kita bekerja dengan ribuan kelas java kita hanya perlu mengetikkan kata depannya ditambah menekan Ctrl+Space, dan setelah kita pilih apa yang kita inginkan, eclipse akan melengkapi secara otomatis (melakukan import dan lain sebagainya). Ctrl+Space digunakan untuk mengakses semua properti dari suatu kelas atau objek (static variabel, instance variabel, static method, instance method — istilah ini akan dijelaskan kemudian). Anda telah mendapatkan jurus pertama.
Jurus kedua, autocorrect grammer. Tambahkan kata impl kemudian gunakan jurus pertama setelah deklarasi class (setelah kata "Test") kemudian tambahkan kata ActionL setelah kata implements, gunakan jurus pertama lagi. Hasilnya kata "Test" berwarna merah dan eclipse mengindikasikan ada error yang terjadi (ini saatnya menggunakan jurus kedua). Arahkan kursor pada kata yang bergaris merah kemudian tekanlah Ctrl+1(satu), eclipse akan memberikan pilihan-pilihan untuk membenarkan kode tersebut. Pilihlah selalu pilihan paling atas yang ditawarkan oleh eclipse. Kode errorpun akan hilang. Setiap kali ada indikasi error gunakanlah jurus kedua (Ctrl+1) untuk memperbaikinya. Memperbaiki error juga bisa dilakukan dengan menekan tanda error (tanda merah x), eclipse akan memberikan pilihan-pilihan utk memperbaikinya.
Masuk pada jurus ketiga mengakses sintak yang sering digunakan dengan membuat keyword baru yang lebih pendek. Pilih menu Window - Preferences - Java - Editor - Templetes. Misalnya kita akan menggantikan System.out.println() dengan sop, cari sysout pada Name kemudian klik Edit, gantilah sysout menjadi sop, kemudian tekan tombol OK, akan muncul dialog konfirmasi, Tekan tombol Yes. Kemudian tekan OK. Keyword baru sudah siap digunakan. Untuk mengetesnya kembali ke file Test.java, pada body method main (diapit oleh tanda { }) ketikkanlah sop kemudian gunakan jurus pertama. Sim salabim…keren bukan? Masukanlah kata seperti pada contoh program yang ditulis dengan notepad. Kemudian tekan Ctrl+s untuk menyimpan file tersebut. Di sini kelebihan eclipse juga bekerja. Ketika kita menyimpan file java file tersebut otomatis sudah dikompilasi. Dengan eclipse kita tidak perlu lagi melakukan kompilasi file-file java yang kita buat. Hanya cukup dengan menyimpannya. Dan prosesnya seperti menyimpan file biasa (sangat cepat).
Ok, selanjutnya kita menjalankan program java yang kita buat. Karena program yang kita buat berbasiskan teks (console), munculkan console eclipse dengan memilih menu Window - Show View - Console. Dari Package Explore, klik kanan file Test.java pilih Run As - Java Application. Kita akan melihat teks yang bertulisakan "INI PROGRAM JAVA PERTAMA SAYA" di console eclipse kita. Sebenarnya ada tiga cara mengeksekusi kode kita, yang pertama seperti telah saya sebutkan, yang kedua adalah dengan menglik kanan kode yang sedang aktif kemudian memilih yang sama spt pada pilihan pertama (Run As - Java Application), sedangkan yang ketiga menekan tombol hijau disamping ikon bugs (kutu).
Alhamdulillah bagian ini akhirnya selesai juga
- semoga bermanfaat -




December 15th, 2006 at 12:27 am
eclipse kan berraaaaattttt
buset, gue pake eclipse 3.5 + myeclipse memori kepake sampe 600++++
parah T.T
eh, itu sambil buka firefox sih
netbeans sux deh pokoknya 
dempeeeet banget
eh, tapi cuma saran sih 
eh, gue tetep cinta eclipse kok
eh iya, itu tulisan ngga bisa dirapihin dikit yah? pusing bacanya
December 15th, 2006 at 7:00 am
yang bikin berat itu myeclipsenya bang, bukan eclipse. coba uninstall myeclipse dan ganti dengan fitur2 asli bawaan eclipsenya (salah satunya callisto…keren lho…).
rapi-rapi tulisan…insya Allah nanti deh…namanya juga tulisan serabetan….:p