Di mana kita?
Setiap orang senantiasa berproses. Menuju banyak hal. Dan pandangan-pandangan hidup seseorang ditentukan dari berbagai pengalaman yang didapatkan. Kecil atau besar, setiap peristiwa yang terjadi disekitar kita selalu meninggalkan bekas di dalam memori kita yang pada akhirnya selalu mempengaruhi sikap kita dalam melihat segala sesuatu juga dalam mengambil keputusan. Tapi percayalah, semakin kita dewasa, kita menjadi semakin realistis. Mimpi-mimpi terus mengalami porsi penurunan. Rasa penasaran dan keingintahuan semakin berkurang. Semakin dewasa kita, kita semakin mudah memberi penilaian terhadap segala sesuatu, tentang baik dan buruk, tentang nyaman dan tidak nyaman, tentang gelisah dan ketentraman, tentang cocok dan tidak cocok dan penilaian-penilaian yang lain.
Semakin dewasa, kita semakin mencari arti diri. Dan pada umumnya kita menilai arti diri dengan melihat hubungan kita dengan orang lain. Corak-corak penerimaan dan penolakan dari interaksi dengan orang lain menjadi cermin kita dalam melihat diri. Dan dari sini Imam Ali Kw membagi manusia dalam empat kategori :
1. Mereka yang memiliki daya tarik dan juga daya tolak
2. Mereka yang hanya memilik daya tarik saja
3. Mereka yang hanya memiliki daya tolak saja
4. Mereka yang tidak memilik daya tarik ataupun daya tolak
Daya tarik dan daya tolak berkaitan dengan informasi-informasi atau peristiwa-peristiwa yang di dapatkan seseorang dalam setiap saat hidupnya. Dalam hal informasi inipun manusia dibagi menjadi empat bagian :
1. Mereka yang tau bahwa mereka tau
2. Mereka yang tidak tau bahwa mereka tau
3. Mereka yang tau bahwa mereka tidak tau
4. Mereka yang tidak tau bahwa mereka tidak tau
Dari kategori diri dan kategori informasi itu marilah kita bertanya ada di manakah posisi kita? Dan saya hanya ingin mengatakan bahwa posisi no.1 selalu di huni oleh manusia-manusia besar dalam sejarah. Sang Nabi Suci Saw misalnya sangat dicintai tapi pada saat yang bersamaan juga sangat dibenci oleh lawan-lawannya (sampai ada yang mengatakan orang gila, kena penyakit ayan, tukang sihir dls). Dan karena nabi tahu bahwa ia tahu beliau mampu menerangi dunia dan hati umat manusia.
Mereka yang memiliki daya tarik saja adalah kecenderungan seorang munafik. Mereka yang memiliki daya tolak saja adalah kecenderungan seorang penjahat. Dan mereka yang tidak memilik daya tarik dan daya tolak adalah kecenderungan seorang jahil.
Mereka yang tidak tau bahwa mereka tau adalah seorang alim yang lalai. Ia perlu diingatkan bahwa ia tahu. Mereka yang tahu bahwa mereka tidak tahu adalah seorang pembelajar. Dan terakhir mereka yang tidak tau bahwa mereka tidak tahu adalah seorang jahil yang tidak sadar bahwa ia jahil. Atau orang jahil yang merasa bahwa ia alim.
Mari kita menjadi seperti anak kecil yang selalu memilik rasa ingin tahu. Kali ini rasa ingin tahu kita wujudkan dalam pertanyaan "ada di manakah kita?" dan jawabnya adalah prosesi hidup kita, setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, hingga kita menghadap Sang Rabbul Izzati.
~danAkuInginTetapMenjadiSepertiAnakKecilDenganSegalaRasaPenasaranDanRasaInginTahu
SampaiAkuBetulBetulMeregukAnggurKedamaianMuSampaiAkuBetulBetulMabukDanHilanglah
SegalaAngkuhDirikuSampaiAkuBetulBetulDapatMelihatWajahMuSampaiSegalaHijabTerbuka
UntukkuDanUcapanSelamatDatangKauUcapkanUntukku~