kami menyambutmu
Setahun telah berlalu. Ramadhan kembali bertamu, kembali mampir dalam rentang hidup kita yang tetep menjadi rahasia. Mampir dalam hidup kita yang masih menjadi tanda tanya. Akankah kita menjadi orang yang berakhir dengan bahagia ataukah sebaliknya.
"Kehidupan adalah rangkainan ujian keimanan" begitu seorang teman menghayati makna hidup yang ia jalani. Setuju atau tidak setuju itu pilihan kita. Dan seperti tahun yang lalu, saya hanya ingin menggoreskan coretan-coretan kecil selama kedatangan tamu istimewa (Ramadhan Mubarak). Entahlah coretan-coretan itu akan bercerita apa? Tapi semoga bisa mendatangkan makna. Dan syukur-syukur kalau bisa merekam sedikit tentang hidup yang dikatakan sebagai rangkaian ujian keimanan itu. Merekam sedikit kegelisahan dalam menghadapi dan menanggapi berbagai fenomena keberagaman kita.
Dan menjelang Ramadhan Mubarak yang akan datang sebentar lagi, tidak dalam hitungan hari tapi hanya dalam hitungan jam, kita selayaknya mengucapkan selamat datang kepada tamu kita. Ucapan selamat datang yang disertai kegembiraan, karena ia sekali lagi masih berkenan mampir dalam ‘rumah umur’ kita walaupun kita berkali-kali memperlakukannya dengan semena, menghilangkan hak-hak yang seharusnya menjadi miliknya. Dan ia selalu menjadi tamu istimewa. Menghubungkan tali-tali kasih sayang dengan para sahabat yang sudah tidak lagi bersama. Kedatangannya selalu mendorong kita untuk belajar berendah hati, memohon maaf kepada orang tua, saudara, dan juga teman-temen kita, baik yang jauh maupun yang dekat. Ia selalu datang untuk menyentuh hati kita. Menutupi dahaga kita akan sentuhan Kasih yang lembut dan tak kentara. Mari kita mengucap selamat datang sembari tersenyum tulus. Mungkin kita sulit tersenyum tulus karena begitu menggunungnya alpa dan salah kita. Kita malu kedatangan tamu mulia sementara kita tidak betul-betul siap menyambutnya. Tapi dengan segala kerendahan hati, marilah kita tetap mencoba mengucap "Marhaban Ya Syahru Ramadhan" sembari tersenyum yang diiringi kerendahan hati dan sambil menyadari betapa tidak siap dan malunya kita. Semoga saja Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang memberikan inayah (pertolongan) kepada kita dengan memberikan kekuatan untuk berbuat yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Semoga kali ini kita betul-betul bisa bercengkerama mesra tamu istimewa yang dikirimkan Allah kepada kita. Ya Semoga.