Bajingana dan Bajingani
wah lama banget ga ngeblog neh. gw pengen nulis apa ya? hmm..sebenarnya banyak banget yang pengen gw tulis, tapi itu cuman ngegantung dipikiran aja.
oke deh kali ini gw pengen nyorotin masalah ‘bajingana’ dan ‘bajingani’. yang pertama merujuk pada laki-laki yang sering menjadi bajingan dan sering mempermainkan banyak wanita, sedangkan yang kedua merujuk kepada perempuan yang sering mengorbankan seluruh tubuhnya untuk dipakai oleh banyak laki-laki.
sebelumnya gw memandang secara ansich bahwa orang-orang yang melakukan itu bener-bener gila dan tidak berkeprirasaan. tapi setelah apa yang terjadi pada satu moment dalam hidup gw, sedikitnya mungkin gw ngerti kenapa mereka ngelakuin profesi sebagai bajingana dan bajingani itu. Yang gw perhatikan, dari sampel-sampel yang pernah gw temui dan peristiwa yg terjadi dalam hidup gw, para bajingana adalah awalnya sosok laki-laki yang sangat baik, yang setia, yang mencoba memperhatikan dan mempertahankan cintanya dengan ketulusan yang sungguh, tapi kemudian dikhianati oleh pasangannya. Nidah Kirani misalnya (dalam penuturan Tuhan izinkan aku menjadi pelacur) sangat kecewa dengan kekasih yang dikiranya cerdas dan bertanggungjawab tapi begitu saja meninggalkannya setelah ia mereguk semua sari bunga yang dimiliknya. Karena pengalamannya akhirnya ia berikrar "tunggu pembalasanku lelaki, tunggu kutukku lelaki" dan ia akhirnya begitu mudahnya menjual tubuhnya bahkan mempermainkan lelaki yang seringkali tergila-gila kepadanya. Sementara dari pengalaman temen gw, dia sebelumnya dikenal sebagai lelaki yang pemalu, kelihatan banget wajah solehnya, dan cintanya juga sederhana, hanya cinta pada satu orang yang diyakininya sebagai cinta yang paling indah yang pernah ia rasakan. tapi berubah dengan drastis ketika cinta itu dikhianati. ia menjadi laki-laki yang agresif, punya pacar lebih dari sekedar jamak (dalam bahasa arab jamak berarti ‘minimal tiga’), dan dengan mudahnya memutuskan hubungan terhadap perempuan-perempuan yang ia sudah bosan bermain-main dengannya. Dan berdasarkan pengalamanku sendiri, aku juga hampir (atau mungkin sudah) menjadi bagian dari bajingana itu. aku mencintai seseorang selama delapan tahun, dan aku serius menyukainya, tidak main-main. kalo aku pernah jatuh cinta yang begitu indah dan dalam rasanya hanya kepada dia. perempuan itu selalu kelihatan indah di mataku, bisa menjaga diri, menjaga hati. sering mengajariku tentang cinta kepada Tuhan, mengajariku untuk menjaga hati, dan lain-lain. tapi ketika aku mengatakan dengan serius bahwa aku ingin melamarnya, tiba-tiba saja ia mengatakan dia sudah punya calon lain…deg..hancur keyakinanku. orang yang ku anggap seperti bidadari itu ternyata…ah..aku tidak ingin meneruskannya…dan jujur..aku shock..kecewa..semalaman aku hampir tidak percaya dengan apa yang dikatakanya..dan tiba-tiba saja dipikiranku berseliweran…’tunggu pembalasanku perempuan’ dan apa yang terjadi kemudian? sehari setelah itu, dengan polos, tanpa rasa apa-apa ku dekati perempuan, ku goda dan ku tembak,, dari jam sepuluh sampai jam setentah dua belas, satu dapat. menjelang sore, dari jam setengah tiga sampai jam setengah empat, ku dekati lagi satu, ku goda dan ku tembak…dor dua kali dan dua-duanya mengenai sasaran. dengan bahasa tanpa beban rupanya kemampuan bahasa laki-laki begitu meningkat berkali-kali lipat dalam memikat perempuan. setelah kejadian itu aku berpikir ‘ini gila arif’, tapi aku juga melihat wajah mereka berdua bahagia. hmm..dan jujur untuk pertamakalinya gw belajar nakal dengan seorang perempuan pada hari itu. untuk pertamakalinya…saat usiaku hampir 24 tahun..tapi bahagiakah aku? jawabannya tegas : "tidak". Yang aku syukuri, sebelum aku betul-betul menjadi bajingana sejati, Allah mengirimku ke daerah yang jauh, menjauhi dua perempuan itu, menjauhi dunia yang selama ini aku berputar-putar dengannya. Dari Serang aku pindah ke Solo. Aku yakin, kalo aku tetep di Serang aku bisa menjadi bajingana sejati. Terimakasih Ya Allah. Dan telah ku petik satu pelajaran dan aku seperti di awal tulisan ini sedikit mengerti kenapa seseorang menjadi ‘bajingana’ dan ‘bajingani’, so untuk yang membaca tulisan ini, intinya segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik bahkan dalam mencintai sekalipun.
July 30th, 2006 at 3:14 am
arief my bro..
dalam hidup ada belajar..
life is learning..
dalam kecewa,sedih, tertawa, menangis, pilu sakiittt banget, vian ngerasain itu..event gw gak tau apa maksud Allah menjadikan hidup gw seperti itu, gw coba kumpulkan puing2 yang berserakan, kekuatan yang tinggal sisa2, gw coba bangun kembali semangat idup gw yang dah hancur berantakan
Biar sekarang gw belum bisa merasakan manisnya kemenangan, tapi jujur gw sekarang sudah bisa tersenyum,karena setidaknya gw masih punya semangat untuk menjadi vian yang lebih baek dari kemaren
Percayalah bro, gak ada yang sia2 dalam hidup ini
Inilah gunanya teman, yang akan mengulurkan tangan ketika kita jatuh, yang akan memberikan bahunya ketika kita menangis, yang akan maeluruskan ketika kita salah..
Masih ada yang jauh lebih baek ..Percayalah
July 30th, 2006 at 3:16 am
sangat bersilofosi…XD
July 30th, 2006 at 11:08 pm
Hey .. nice story bro .. rather inspiring i guest .. hehehe … well pengalaman memang pelajaran terbaik bukan?
July 31st, 2006 at 4:59 am
wah rif pa kabar. btw siapa tuh wanita yg 8 tahun itu? yang dulu cerita?
gw ga masalahin itu, tapi emang bener kata orang dulu, pengalaman adalah guru yang berharga (bener ga ya). tapi kita bisa lebih dewasa setelah mengalami suatu masalah dan melewatinya.
so, jalani terus hidup…
July 31st, 2006 at 6:37 pm
Salah gak klo aku memberi comment kayak gini
“Wong, kayaknya kamu perlu belajar berbohong dech…”
Karena aku merasa, sometimes.. terkadang kita perlu berbohong agar hidup kita punya makna.. punya secret.. punya rahasia..
Sukses selalu Bro
Chayoo…
July 31st, 2006 at 7:33 pm
to : Wong, itu rahasia ya? belajar bohong? kemarin gw belajar membohongi diri sendiri dengan melakukan tindakan konyol itu…hehehe..insya Allah dengan menulis postingan itu tidak mengurangi makna dalam hidup gw bro, bahkan menambah makna :), punya secret?…masih banyak lah rahasia mah…:) yang gw ceritakan itu semuanya bukan rahasia…gw harap orang yang membacanya bisa mengambil pelajaran…itu saja.
July 31st, 2006 at 11:33 pm
^_^
Very inspiring story…
Yah…
Bersyukurlah, karena kita diberi kekuatan dan kebijaksanaan untuk memetik hikmahNya.
Kurasa, kisah spt ini, pelajaran yang baik bagi kita, bahwa jangan cepat men-judge someone tanpa tahu kenapa. Kita gampang bisa menilai seseorang. Tp, ketika kita sendiri yg melakukannya, sadarkah kita?
Aku pernah mengecam salah 1 orang mantanku karena sikapnya yg tiba2 mutusin aku n sebulan kemudian pacaran lagi sm ce. lain (padahal aku perlu waktu berbulan2 utk ngelupain dia).
Tp… tanpa kusadari,bbrp bulan kemudian,aku melakukan hal yg serupa pd seseorang.
Bedanya, mgkn aku lebih berani untuk jujur, bahwa aku tnyt accidentaly fall in love with other guy. Sedangkan mantanku, he left without a clear word.
He left a word, but it’s all just damn craps…
Tp, apapun itu, yang kulakukan tetap jahat dan salah. Karena aku betray someone.Yah… untungnya,aku sadari itu,dan janji ga akan ngulangin lg.
One last thing, mgkn memang terasa lebih puas jika bisa membalas seseorang, tp, tidak akan nyaman rasanya.
Tidak semua yang buruk harus dibalas dengan hal setimpal…
August 6th, 2006 at 3:23 am
haha..aa’ aa’..makanya gw punya “tattoo” Only The Strong Survive-nya Allen Iverson
August 6th, 2006 at 7:48 am
………..
Cinta itu bisa disembunyikan, tapi..cinta tidak bisa dibungkam, maka..katakanlah selagi ada kesempatan..atau kau akan kehilangan dan menyesal
Cinta itu menerima apa adanya..mencintai karena adanya perubahan, bukan cinta namanya..melainkan perjanjian. Dalam cinta tidak ada perjanjian, melainkan keikhlasan. Cinta itu penuh maaf dan rela berkorban demi yg tercinta bahagia
Mencintai karena ingin balasan, bukan cinta namanya..melainkan pamrih. Dalam cinta tidak ada pamrih melainkan ketulusan. Cinta itu penuh keindahan meskipun..hanya dalam khayalan.
Jangan mencari jawaban cinta dengan logika, tapi..tanyalah hati tentang perasaan cinta dan carilah pembenarannya melalui logika.
Jika terus memaksakan keyakinan untuk diterima, Tanya pada diri..apa itu benar cinta..? cinta tidak bermain dengan logika, tapi rasa untuk selalu membuat bahagia, apapun bentuknya.
Jangan salahkan perasaan cinta seseorang terhadapmu..karena ia pun tidak pernah tau tentang rasa cinta yg tumbuh itu.
Jangan kau benci karena cintanya padamu..karena ia pun tersiksa..karena rasa cinta itu padamu.
Jangan kau ambil kesempatan karena cintanya terhadapmu, karena sesungguhnya kau telah berbuat dzolim karena cintanya terhadapmu
Cinta adalah anugrah Allah yg diberikan kepada hambaNya..yg penuh keindahan dan hanya bisa dirasakan.
Dengan cinta orang bisa menutupi luka
Dengan cinta orang bisa menyembukan luka
Dengan cinta orang masih bisa berharap
Karena cinta manusia masih mempunyai mimpi
Karena cinta manusia bisa terluka
Karena cinta manusia bisa bahagia
Cinta sejati adalah cinta yg tidak pernah mengharap untuk dibalas. Cinta sejati hanya memberi walau tanpa menerima. Cinta sejati bisa terluka, tapi tidak kuasa memberikan luka.
Hanya cinta sang Malik yg tak pernah mengharap balasan.
Hanya cinta sang Malik yg tak pernah pamrih.
Hanya cinta sang Malik yg selalu setia. Maka cintailah Dia..maka engkau tak akan dikecewakan.
Cintailah Dia, karena cintamu akan terbalas. Cintailah Dia..karena Dia selalu setia. Cintailah Dia..karena kau akan bahagia.
…………..
(dr salah satu milis yg pernah ning baca)
…………..
Sebenernya, Ning juga pernah & mungkin masih patah hati karena seseorang. Ning sayang banget ama dia… tapi dia lebih menyayangi orang lain. Akhirnya, Ning Cuma bisa ngedukung hubungan mereka aja. Pun ketika dia akhirnya memutuskan untuk menikahi cewek yg disukainya begitu lulus nanti, Ning tetap menjadi sahabatnya hingga detik ini. meski sakit, tp Ning percaya, tiap orang punya jodohnya masing2. Itu adalah nikmat & kuasa Allah…
Begitu pula K Arif hendaknya ikhlas atas perasaan Kk terhadap teteh. Jujur, Ning kecewa, karna Kk sempet jatuh Cuma gara2 rasa semu… Maaf, klo Ning terlalu jujur. Tapi kesannya ko’ cinta K Arif ma teteh yg ngajarin K untuk mencintai Allah malah jd lebih besar daripada keyakinan yg ditelurkannya ya? Ampe proses melarikan diri-nya jd seperti itu… (sumpe gak nyangka…)
Ning g mau komen soal proses pelarian diri kk, karna Ning percaya seharusnya K jauh lebih paham mengenai hal itu, terutama setelah kisah & pengalaman teman Kk yg diuraikan sebelumnya. Intinya sih, manusia adalah makhluk yg penuh kekhilafan, Ning – jg Kk, oleh karna itu qta harus selalu berdoa untuk tetap diberikan penerangan & memohon yg terbaik dari Allah SWT.
Akhir kata,
“Wanita yg kotor adalah untuk lelaki yg kotor, dan laki-laki yg kotor hanyalah untuk wanita yg kotor. Wanita yg baik adalah untuk lelaki yg baik dan laki-laki yg baik hanyalah untuk wanita yg baik” (QS. An Nur ayat 26)
Qta tidak bisa menetapkan siapa jodoh qta, tapi qta bisa terus berupaya memperbaiki diri… ‘Tul ga?? (“,) So, jangan menyerah.. tetep berjuang dlm cita & cintanya yahh…he he
* (Mmm, ni bener tulisan Ning y?? Jd g percaya.. maaf klo kesannya sok dewasa ;p jd malu…)
August 30th, 2006 at 9:02 am
Rif..mu pernah nulis sesuatu tentang perasaan kecewa dan kesepian..( kesendirianku menjadikan aku rapuh dan penuh nafsu..kesepianku menjadikan aku pemarah dan sungguh menyedihkan..aku terdiam di bawah langit,bintang,angin dan desiran dedaunan..suara hati kini tak terdengar lagi berganti dengan bisikan-bisikan yang menggerakan seluruh tubuhku..aku menangis,aku butuh bantuan tapi tak tahu caranya..aku memang sendiri dan akan tetap sendiri..menghadapi segalanya sendiri,dengan tubuh rapuh dan pikiran melayang..mencoba melawan bisikan-bisikan..sampai ada salah satu yang menang menutupi yang kalah) di akhir dari rasa kecewa dan kesepian coba untuk bangkit karena ternyata kita tidak sendiri,ada teman,sahabat,keluarga dan pencipta kita..keep tough bro..