MADRASAH IBN RUSYD

MADRASAH MEMBACA, MENGAMALKAN, DAN MENULIS

Archive for March, 2006


mimpi itu…

aku takut…
benar-benar takut…
saat pohon itu bercerita
salah satu dari tiga bunga
yang dimiliknya
dihempas badai kencang…

bunga itu gugur…
bahkan hancur…

jiwaku shock
menangis, menjerit tidak terima

bunga itu adalah mimpiku
sementara pohon itu juga
telah melindungiku
dari panas yang berlebih
dari terpaan angin yang kencang
bahkan juga dari badai-badai kecil

ia memberiku pupuk
dengan daun-daun yang digugurkannya
ia juga memberiku minum
dengan tetes-tetes embun kasih sayangnya

dua pilu yang kurasa
gugurnya bunga itu
dan sedihnya pohon itu

semoga ini bukan nyata
aku masih meraba-raba
masih ketakutan
betul-betul mencekam
sampai akhirnya
alarmku berbunyi kencang

aku terduduk
kaget termenung…
sambil bersyukur
bahwa ini tidak nyata

ku lemparkan bingung…
apa arti semua ini, Tuhan…?

ketika saat itu tiba

dua bulan berlalu. hari-hari penuh riang dan canda tawa. saatnya tiba untuk mengucap ’sayonara’. berat lidah ini untuk mengucap kata itu tapi hidup harus terus berjalan. harus terus dilanjutkan. terimakasih sahabat. terimakasih teman. dua bulan benar-benar kurasa sebentar. terimakasih untuk segala keriangan. terimakasih untuk segala tawa dan canda. terimakasih telah mewarnai siang-siangku selama dua bulan. terimakasih puput, terimakasih jimmy, terimakasih herru, terimakasih khaidar, terimakasih fajar, terimakasih okti, terimakasih bowi, terimakasih hadi, terimakasih lucky, terimakasih sri, terimakasih syahrul, terimakasih hendra, terimakasih pak arman, terimakasih untuk seluruh staf simplimobile. sukses selalu bersama kalian, amiin.

catatan untuk teman jauh

jika gelap harus menjadi sabda untuk membongkar segala yang semu, itu kulihat dalam tulisan-tulisanmu.

kejujuran atau mungkin tepatnya kemarahan dan kekecewaan yang diungkapkan dalam tulismu seringkali menohok lembutku dalam melihat realita yang ada. bahwa ada suatu dunia di luar sana…yang tidak seindah dunia yang kutemukan dan kubayangkan. bahwa ada suatu dunia di luar sana…yang menabrak segala yang mungkin oleh orang lain dianggap ‘tabu’. Ah padahal ‘tabu’ sendiripun hanyalah sebuah kesepakatan yang kadang mengekang.

mungkin kau begitu perkasa mengunggkap segala yang tabu dengan membuka berlapis-lapis topeng yang dikenakan oleh mereka yang berjubah kesucian kemunafikan. tapi aku menangkap duniamu yang sepi, duniamu yang menanti…kau sendiri ragu…

entah benar dan tidak, tapi aku menangkap itu…

dan kuberdoa semoga  ‘guru’mu menghiburmu. "rasa bersalah kita" di dunia ini semoga menjadikan bajik mau menghampiri kita suatu saat nanti, atau mungkin saja ia telah mampir dalam rupa yang telah kita anggap sebagai ‘borok’ dan ‘najis’. mungkin saja rupa itu menyadarkan bahwa begitu lemah dan kotornya kita. ya semoga, kita betul selalu dalam pelukan Sang Guru yang terus tersenyum melihat gundah kita, yang dengan penuh Kasih SayangNya menarik kita dalam lautan rahasia yang penuh bunga-bunga