pindah….!
Awal pertama Ramadhan aku
terjebak dalam kemacetan. Sebenarnya aku pulang lebih cepat. Jam
16.00 aku sudah pulang. Iseng aku naik bus way mengambil jurusan
kota. Bener-bener iseng. Dari kota langsung ke Blok M. Nyampe hampir
maghrib. Mobil jurusan ke Depok lumayan jarang. Tapi syukurnya dapat
juga dan alhamdulillah dapat tempat duduk dengan kondisi yang kurang
nyaman.
Di jalanan macet total.
Aku bener-bener kesel. Jika aku pernah kesal di jalan, kayaknya
kesalku yang kemarin itu adalah yang terbesar. Adzan maghrib
berkumandang tapi aku masih di jalanan. “Ya Allah, aku ingin lekas
menghadapMu” keluhku dalam hati. Tapi suasana jalanan semakin tidak
bersahabat. Kemacetan semakin padat. Sementara penumpang terus
bertambah. Aku ingin menunaikan shalat maghrib di mobil, tapi
lagi-lagi kondisinya benar-benar tidak memungkinkan. Penumpangnya
terlalu padat. Tidak ada ruang gerak untuk sholat di dalam mobil.
Tayamumpun aku tidak bisa juga. Tapi aku harus tetap mengingatMu.
Biarlah jiwaku saja yang sholat dulu. Ragaku akan menggantinya ketika
aku sampai di kosan. Tapi aku betul-betul sedih ya Allah, karena awal
Ramadhan yang seperti ini tidak aku kehendaki. Tadinya aku ingin
menyambut bulan Ramadhan dengan kondisi yang lapang dan tenang. Tapi
nyatanya aku menyambutnya dengan kesal. Nyampe di Depok jam 8.30.
Bener-bener melelahkan. Kalau tiap hari seperti ini aku betul-betul
tua di jalanan.
Akhirnya aku putuskan
untuk pindah malam ini juga. Alhamdulillah siang sebelumnya aku sudah
kontak Dhino. Terimakasih Bro, selalu membantuku. Aku putuskan jam 11
malam akan pindah. Tapi pas jam 11, Dhino masih kecapean. Sama-sama
habis pulang kerja sih. Aku juga bukannya tidak capek. Tapi aku tidak
mau mengulangi kondisi kayak kemarin untuk kedua kalinya. Biarlah
asal besok aku berangkat kerja dengan nyaman. Aku pamitan kepada
adik-adikku yang manis-manis dan imut-imut itu. “Pasti aku akan
merindukanmu, De!” pikirku dalam hati. Dhino janji ngejemput jam
satu pagi. Tapi pas jam satu pagi ternyata ga bisa. “Jam 2 aja Rif,
ya!”. Hehehe…jam dua pagi pun akhirnya tidak bisa juga. “habis
subuh aja Rif, Gw hari ini ga kerja”. Setelah sholat shubuh jam
6-an Dhino datang menjemputku. Langsung beres-beres. Punten Bro aku
merepotkanmu. Sudah minta tolong nganterin ke kosan baruku, malah
ngerepotin juga buat ngangkutin barang-barangnya. Pokoknya thanks
banget lah Bro :). Akhirnya hari pertama puasa kemarin aku pindah ke
Jl. Kebun Kacang 6 (tapi sampai saat gw nulis inil, gw belum tahun
nomor kos baru gw ini).
2 Ramadhan 1426 H/6
Oktober 2005