MADRASAH IBN RUSYD

MADRASAH MEMBACA, MENGAMALKAN, DAN MENULIS

← 3 - 1426 H - Pemilihan Ketua Forkoma
5 - 1424 H →

4 - 1426 H - catatan untukmu bro..

Kau menelponku ketika aku sedang mengikuti rapat pemilihan ketua
Forkoma. Katamu kau ingin bertemu denganku. Ingin berbagi cerita. Kau
bilang bahwa kau baru saja pulang dari pandeglang dan masih dalam
perjalanan. Kau sedang menuju Depok. Aku bersedia datang ke kosmu.
Tadinya aku berencana menginap di kos Dhino, tapi karena kau meminta
dan mengundangku untuk bermalam dikosmu, aku pun akan datang ke
kosmu. Tapi setelah rapat selesai kataku. Ya, kau pun setuju dan akan
menungguku.

Setelah rapat itu aku langsung menuju kosmu. Hehe…betul saja. Kau
sedang asik maen PS. Kau berhenti sejenak dan menyambut kedatanganku.
Kau menanyakan kabarku. Dan sebagaimana yang kau lihat. Aku baik-baik
saja.

Seperti biasa, kau mengajakku maen PS. Dan semua ceritamu mengalir
begitu saja ketika kita sedang bermain PS itu.

“Bro..aku baru bertemu dengan calon mertuaku. Sudah dua kali aku
ke pandeglang. Dan pertemuan tadi adalah penentuan hari kami akan
menikah
” katamu dengan ekspresi yang sangat tenang. Sementara
tangan kita masih terus memainkan game Juventus vs MU. Tentu saja aku
MU dan kau Juventus.

“Kapan kau akan menikah, Bro..?”

“Insya Allah tanggal 10 Syawal, bertepatan dengan tanggal 12
Oktober 2005
”.

Aku masih ingat terakhir ketika kita bertemu, kira-kira tiga minggu
yang lalu. Saat itu kau bilang bahwa ada seorang perempuan yang lebih
tua darimu yang memintamu untuk menikahinya. Kau bilang, umurnya tiga
tahun lebih tua darimu. Kau 23 tahun, dan dia 26 tahun. Kau bilang
awalnya dia orang yang kau anggap teman. Tapi kau begitu kaget ketika
dia mengungkapkan rasa cintanya kepadamu dan langsung mengajakmu
mendatangi mahligai suci itu.

Aku juga tahu ketika dia mengungkapkan rasanya kepadamu. Kau baru
saja dikecewakan oleh seorang wanita. Dik Fanny mu itu meninggalkanmu
dan dia menikah di Padang sana. Aku tahu kau kecewa berat. Bahkan
sempat terlontar ucapan sinismu pada makhluk yang berjenis hawa itu.
“Dasar perempuan!” katamu saat itu. Aku mengerti
sepenuhnya kekesalanmu saat itu. “Cintamu kepada dik Fanny itu
mungkin kelebihan Bro..sehingga Tuhan cemburu kepadamu
” guyonku
saat itu. Dan kau pun tersenyum.

Sekarang aku dengan jelas melihat ekspresimu lebih tenang. Lebih
matang. Setelah berkonsultasi dengan orang tuamu dan mempertemukan
Bunga dengan orang tuamu. Kau mantap. Kau akhirnya berani mengambil
keputusan besar itu. Tapi salutku kepada Bungamu itu. Dia perempuan,
tapi dia berani mengungkapkan rasanya.

“Mungkin, selama ini aku buta Bro…, aku mengharapkan cinta dik
Fanny yang jauh di sana, sementara di sini, ada cinta yang dikirimkan
Allah untukku yang tidak aku sadari. Memang dalam banyak hal, aku
terkadang tidak mendapatkan apa yang aku inginkan. Tapi Bro..aku
selalu mendapatkan lebih dari yang aku inginkan
.” kau berkata
mantap dan tenang.

“Allah memberi segala kemudahan untuk prosesi pernikahanku.
Biaya perkawinan ini akan ditanggung oleh orang tua perempuan.
Tadinya aku hanya ingin akad saja. Untuk resepsi bisa dilakukan lain
waktu. Karena aku tidak siap dengan keuangan untuk resepsi. Tapi
orang tua pihak perempuan menginginkan resepsi dan katanya aku tidak
usah khawatir masalah biaya. Mereka sepenuhnya mengerti keadaanku.”
Katamu melanjutkan.

Aku senang mendengar semua penuturanmu Bro…, memang dalam banyak
hal semenjak aku mengenalmu, aku tahu, Allah selalu bersamamu.
Tulusmu kepadaNya betul teguh. Aku sering iri melihat tulusmu
kepadaNya. Walau kau sering memintaku untuk mengajarkan Nahwu
dan Sharaf kepadamu, tapi sejujurnya akulah yang banyak
belajar darimu. Banyak belajar dalam merasakan kasih sayang dan
ketulusan Tuhan. Mungkin kedudukanmu di hatiku seperti kedudukan
Syamsudin Tabriz di sisi hati Rumi. Rumi memang mengajarkan ilmu
kepada Syamsudin. Tapi sebenarnya Rumilah yang paling banyak belajar
dari Syamsudin dalam mengenal cinta Allah. Sehingga ketika Syamsudin
menghilang, Rumi sangat menderita. Rumi menuliskan Diwan Syamsudin
Tabriz
untuk menggambarkan segenap rindunya kepada Syamsudin. Dan
tahukah kau Bro.., jika aku pernah begitu rindu pada seorang sahabat,
kaulah orangnya itu.

Melihat wajahmu, aku menemukan pancaranNya. Kau tidak begitu banyak
berkata. Setiap katamu adalah pilihan-pilahan mutiara. Kau tidak
menemukan Tuhan dari berbagai literatur dan kata orang. Kau merasakan
kehadiranNya dalam setiap detik yang kau lalui. “Aku tidak
menemukan Tuhan di Pesantren, di buku-buku, di masjid-masjid dan lain
sebagainya. Aku menemukan Tuhan dalam setiap jalan kehidupanku, di
setiap kesedihanku, di setiap lapar dan dahagaku, direruntuhan dan
kepingan-kepingan bersama mereka yang mungkin tersisihkan.
”
Masih terekam ucapanmu dengan jelas sampai saat ini Bro…

Sekarang, kau akan hidup dengan “Khadijahmu”. Kau bangga
kepadanya. Katamu, ia perempuan yang mandiri. Bisa mengurus diri
sendiri. Pandai berbisnis. Penghasilannya mungkin lebih besar darimu,
itu sendiri katamu. Doakan aku lekas menusul Bro…Jika kau
mendapatkan “Khadijah”mu. Doakan aku mendapatkan “Fathimah”ku.
Aku sadar, Fathimahku nanti bukanlan Fathimah seperti bunda kita
“Fathimah Az-Zahra” yang suci itu. Yang tidak pernah mengalami
Haid dan Nifas. “Fathimah”ku adalah seseorang dengan segala
kekurangannya tapi mencintaiku dengan apa adanya.

Semoga kau dan “Khadijah”mu menjadi keluarga yang Sakinah
Mawaddah Wa Rahmah. Menjadi keluarga yang tenang, penuh cinta dan
kasih sayang Tuhan. Amin. Insya Allah aku akan datang di hari itu
Bro…:)

6 Ramadhan 1426 H / 10 Oktober 2005

October 9th, 2005 in catatan ramadhan   |

Comments are closed.

  • Pages

    • About
  • Archives

    • June 2007
    • May 2007
    • February 2007
    • January 2007
    • December 2006
    • November 2006
    • October 2006
    • September 2006
    • August 2006
    • July 2006
    • June 2006
    • April 2006
    • March 2006
    • February 2006
    • January 2006
    • December 2005
    • November 2005
    • October 2005
    • September 2005
    • August 2005
    • July 2005
  • Categories

    • catatan ramadhan (11)
    • cerita menyentuh (1)
    • Do'a (4)
    • event (4)
    • Film (1)
    • filsafat (5)
    • JAVA (6)
    • nyastra (22)
    • PERISTIWA (4)
    • Religion (13)
    • Travel (1)
    • tulisan (19)
  • Search on This Blog

  • Meta:

    • Log in
    • Friendster
    • RSS
    • Comments RSS


MADRASAH IBN RUSYD © 2007 All Rights Reserved.
Entries and comments.

Made by: Nurudin Jauhari.