biarlah…
aku baca cerita
aku baca senja
aku baca diamnya
nyatanya
aku masih menunggunya
membuka kata
aku baca cerita
aku baca senja
aku baca diamnya
nyatanya
aku masih menunggunya
membuka kata
Tuhan jika kau memberi waktu, untuk mengatakan jujurku yang masih ragu. aku ingin katakan padanya "jika aku pernah melihat sosok bidadari pastilah sosok itu adalah engkau yang sekarang ada di hadapku". tapi nyatanya saat kami bertemu. kami hanya saling diam membisu. tapi terimakasih Tuhan. kau telah mempertemukan kami kembali. tapi aku sedikit khawatir "aku tidak melihat cahaya itu lagi". tuhan kembalikan cahaya itu untuknya, juga untukku. terimakasih Tuhan.
kebenaran yang kita yakini sering kali kebenaran indra. kebenaran yang sering kali keliru.
seorang anak melihat kapal yang terbang dari bandar udara melihat kapal itu semakin mengecil. kebenaran indra mengatakan seperti itu. si anak kecil akan kaget jika ia berada di dalam kapal secara langsung. berada di dalam. tidak dari luar. ketika anak tersebut berada di dalam pesawat dan ia terbang bersamanya. sang anak pun tersadar, “ternyata di sini pesawat itu tidak pernah mengecil”. seandainya kita tidak berprasangka. seandainya kita mencoba menilai sebagai orang yang berada di dalam. tidak menghakimi tapi menyelami, kita akan menemukan sekali banyak prasangka yang kita lakukan “ternyata salah”. ah dunia indra…
Tuhan
aku malu pada semut-semut
aku malu pada daun-daun
Tuhan ampuni aku…
hari ini gw buka resonansi republika. ada tulisan azyumardi azra. judulnya ‘Pat Robertson’ seorang televangelis amerika serikat. seorang pemimpin agama yang sangat berpengaruh dari AS. tapi gw heran, pengaruhnya sebagai pemimpin agama kok malah digunakan untuk propaganda kekerasan. begini yang ia katanan "Killing Chavez would be cheaper than starting a war to oust him", seorang evangelist kok mengajarkan pembunuhan dan peperangan. apa agama mengajarkan seperti itu. pantas saja di Amrik banyak orang yang antipati pada agama. karena agama bukannya membawa damai tapi membawa tikai dan peperangan.
ternyata Amrik yang ‘liberal’ itu cuma omong kosong. nyatanya pemilu presidennya dimenangkan oleh seseorang yang mengaku ’sangat kristen’. George W. Bush menang dengan dukungan 9 dari 10 penginjil AS. rakyat AS sepertinya menjadi masyarakat yang ‘paranoid’. George W. Bush menumpas terorisme yang selalu dialamatkan pada ‘islam radikal’ dengan corak pandang para evangelist. jika Amerika tetap berpegang teguh pada posisi ini, maka logika ’selalu perang’ tak akan pernah berhenti. dunia hanya tinggal menunggu waktu untuk hancur luluh. karena setiap aksi selalu melahirkan reaksi. mana mungkin suatu peradaban dibangun dengan kecurigaan dan kebencian. harusnay George W. Bush belajar untuk merendah, belajar untuk sadar bahwa ia akan mati, belajar bahwa ia akan dimintai pertanggungjawaban, belajar untuk mensejajarkan telapak kaki, dengkul, telapak tangan, dan kepala - (sujud), belajar rendah dan tinggi di mata Tuhan adalah sama, belajar untuk menjadi pengikut kristus yang benar yang mengajarkan ‘jika pipi kirimu di tampar, berikan pulalah pipi kananmu’. gw juga bingung, para evangelist yang sering berbicara atas nama Yesus Kristus itu sebenernya wakil kristus atau wakil Anti Kristus. sebenernya Anti Kristus sepertinya bukan berasal dari orang luar, tapi dari Iblis-iblis yang bertopeng pada Kristus.
ah..kenapa agama selalu menjadi sumber tikai. sumber untuk menghalalkan pembunuhan. mungkin menu ‘radikalisme’ sedang menjadi favorit saat ini. apakah eraku adalah ‘era peperang akhir zaman’ yang digambarkan Nabi SAW? entahlah. tapi melihat gejalanya…rasanya peperangan itu semakin dekat. ternyata negara yang paling liberal pun menjadikan ‘agama’ untuk aksi kekerasan dan pembunuhan.
sementara di sini agama hanya dipakai untuk rusuh, saling mengkafirkan, kepentingan politik dan sinetron.isini agama cuman dipake buat rusuh, politik sama sinetrona cuman dipake buat rusuh, politik sama sinetron
hati nurani sudah tidak terdengar lagi. oh apa kabarmu hati nurani…?
bunda doamu
adalah pijakku dalam
melompat dan melangkah
bunda aku tak tahu
harus dengan apa berbakti padamu
yang jelas kau senantiasa
mengharap baik untukku
bunda
aku tahu kau menangis sedih
melihatku berada jauh darimu
bunda
kerasmu membuatku
selalu berdoa untuk kebaikanmu
bunda
aku mungkin tak sebaik yang kau kira
tapi percayalah bunda
sungguh aku ingin membuatmu bahagia
bunda
jangan kau kutuk aku
karena dosaku
bunda maafkan senantiasa akan
sgala salah dan lancangku
sungguh disaat aku membantahmu
bukan berarti aku melawanmu
tapi aku hanya terbawa emosiku
bunda
wangi surga semoga
meyertaimu senantiasa
bunda semoga damai selalu
bersamamu
bunda semoga curahan kasih sayangNya
selalu menjagamu dari resah dan gelisah
bunda kembangkan senyummu
biar aku pun bisa tersenyum
dari aku
anakmu yang mencoba berbakti dari
jauh
depok, 22 Oktober 2004
ada ribuan perasaan yang ingin mampir di hati ini. ada berbagai gejolak mengajakku tuk arungi samudra, mungkin!
kebisuanku mulai terusik dengan mimpi-mimpi. sesuatu terus menarikku mengajak nikmati lena yang betul membiusku. aku hampir kehilangan bentuk. rasa keyakinan yang semenjak dulu aku pupuk sedikit demi sedikit mengalami kelunturan. bayang kecilku menyapa, ingatkan aku akan suatu asa. jangan terlena, bangunlah kembali keyakinanmu.
baiklah wahai Tuhanku yang asaku hanya bergantung kepadaMu. aku ingin cinta ini hanya untukMu. aku tak ingin berbagi dengan yang lain. ku coba memupuk kembali keyakinanku.
aku ingin arungi keindahan yang hakiki yang tak akan mati oleh kenisbian waktu. aku ingin senantiasa reguk anggur kedamianMu. tapi saat ini kejujuranku ingin mengatakan sesuatu, bahwa nafsu ini atau mungkin ‘apa’ ajak hatiku tuk mengundang seseorang. hati ini menangkap pancaran keindahan atau mungkin kemunafikan, yang jelas nafsu ini begitu hanyut dan senantiasa mengajakku untuk memikirkannya selalu.
terimakasih ya Allah, Engkau telah memberikan rasa ini. semoga ketulusannya hanya karenaMu. Amin.